Pasca Mengalami Pengeroyokan, Pemuda Bojonegoro Ini Alami Gangguan Ingatan

- Admin

Sabtu, 2 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Akibat dikeroyok, Pemuda yang bernama Mahfud Saputra (23) asal Dusun Alas Tuwo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro mengami masalah pada ingatannya, pada Jumat dini hari, 14 Februari 2025.

Pengeroyokan secara brutal tersebut terjadi di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Peristiwa mengenaskan ini menyebabkan Mahfud mengalami cedera serius di kepala, gangguan penglihatan pada mata kiri, Serta gangguan memori dan fungsi tubuh.

Menurut sang ayah, Akhmad Soesilo, kondisi Mahfud kini sangat memprihatinkan. Ia menyebut putranya sudah tidak seperti dulu lagi.

“Sekarang Seperti anak SD. Tidur Harus ditemani, pundaknya tidak seimbang, tangan kirinya belum normal Dan sering bergerak sendiri. Kadang juga mengeluh nyeri terus-menerus, Dan mata sebelah kiripun tidak normal, tidak bisa melihat kesamping,” ujarnya dengan mata sembab, Bojonegoro Hari Jumat 1/8/2025.

Baca Juga:  Kisah Suka Duka, Sopir Mobil Siaga di Bojonegoro

Tambahnya, dokter menyatakan Mahfud kehilangan sekitar 33 persen Fungsi ingatan, dan belum ada Jaminan bisa pulih kembali.

“Kami hanya bisa pasrah pada Allah,” tambah Soesilo.

Lanjut Susilo Mahfud sempat koma selama sepekan Dan dirawat intensif di ICU. Kondisinya Saat itu dinilai kritis Dengan peluang Hidup hanya 20 persen.

“Waktu itu Dokter bilang kemungkinan hidupnya cuma 20 persen. Saya benar-benar syok,” kenang Soesilo.

Akibat luka patah rahang Dan hidung, Mahfud juga harus Makan Melalui selang Dari hidung selama lebih dari sebulan, menggunakan cairan susu Yang disuntikkan setiap hari.

Keluarga Mahfud Harus menanggung sendiri biaya pengobatan Yang Hingga kini hampir mencapai Rp100 juta, Karena kasusnya tergolong pidana Dan tidak ditanggung BPJS.

“Biaya Rumah Sakit saja Rp75 juta. Itu belum termasuk terapi Dan kontrol. Kami jual motor Dan perabotan Rumah Untuk biayai pengobatan. Sekarang motor pun tidak punya,” jelasnya.

Baca Juga:  Hindari Korban, Polisi 'Warning' Pemain Layang-layang di Jalan Makboel Sampang

Untuk mencukupi kebutuhan harian, kini mereka hanya mengandalkan pendapatan Dari jualan nasi pecel sang istri.

“Saya dulu kerja ikut instalasi listrik, Tapi Sekarang kantornya tutup. Jadi hanya mengandalkan Dagangan istri,” ungkap Soesilo.

Sebelum kejadian, Mahfud bekerja sebagai kurir ekspedisi, Dan bisa membantu memenuhi kebutuhan Rumah tangga.

“Minimal dia bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Tapi Sekarang, kemarin Saya ajak ke toko Sebelah saja tidak bisa pulang. Katanya bingung, gak tahu arah jalan,” tutur sang ayah.

Hingga kini, keluarga belum mengetahui motif pasti di balik pengeroyokan itu. Mereka hanya menduga ada keterlibatan orang dekat.

Baca Juga:  Sopir Ngantuk, Grand Livina Hantam Truk dari Belakang

“Entah pacarnya atau teman dekatnya. Yang jelas sering ke sini. Tapi kok bisa sampai seperti ini?” ungkapnya.

Soesilo juga mengungkapkan Bahwa pada hari kejadian, Mahfud membawa uang setoran perusahaan Sekitar Rp 7 juta. Namun setelah insiden, uang yang tersisa di tasnya hanya Sekitar Rp2 juta.

“Saya tahu dia bawa uang setoran. Tapi setelah kejadian, uangnya berkurang Sekitar Rp 5 juta,” katanya.

Kasus ini kini bergulir di Pengadilan Negeri Blora, dengan Nomor Perkara: 49/Pid.B/2025/PN.Bla. Sidang pada Selasa (29/7/2025) lalu mengagendakan pembacaan pledoi dari para terdakwa.

Dari hasil penyelidikan dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/2/II/2025/SPKT/POLSEK SAMBONG/POLRES BLORA/POLDA JATENG, tujuh Pelaku telah ditetapkan Sebagai tersangka. Dugaan Sementara, Mahfud menjadi korban pengeroyokan Akibat salah identitas, Hingga di serang secara massal Oleh orang-orang tak dikenal.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Geger Mayat Tanpa Busana Mengapung di Perairan Pulau Mandangin Sampang
Kronologi ABG 13 Tahun di Sampang Disetubuhi Tiga Remaja
Bocah Kelas 5 SD di Sampang Dilaporkan Tewas Tenggelam di Sungai, Begini Kronologinya
Pria di Sampang yang Sebar Konten Asusila ke Guru Ditangkap di Camplong
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Dalam Kondisi Telanjang di Bendungan Sungaibaru Tegalsari Banyuwangi
Banjir Rendam Permukiman Warga, Jalur Poros Hingga Jalan Nasional di Sampang
Kronologi Lengkap Bocah 5 Tahun di Sampang Tewas Tenggelam di Sungai, Ditemukan Meninggal
Begini Respon Pimpinan Bank Jatim Cabang Sampang Usai Karyawannya Dipolisikan

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:43 WIB

Hadiri HUT PGRI ke-80, Bupati Bojonegoro Ingatkan Guru Berperan Penting Bangun Peradaban

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:36 WIB

PSHT Bojonegoro Kirim Dua Truk Bantuan, Kang mas Wahyu Subakdiono: Ini bentuk kepedulian sesama anak bangsa

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:20 WIB

Geger Mayat Tanpa Busana Mengapung di Perairan Pulau Mandangin Sampang

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:34 WIB

Kapolsek dan Dinas Pariwisata Bojonegoro Menyangkal Ada Penjarahan dan Pengrusakan saat Olimpiade Matematika di Gedung Serbaguna

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:43 WIB

Polemik Puskesmas Tanjungharjo Menyingkap Sengkarut Perizinan Sejumlah Bangunan di Bojonegoro

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:05 WIB

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Bojonegoro Gelar Lomba Cerdas Cermat

Selasa, 9 Desember 2025 - 13:49 WIB

Pemkab Bojonegoro Kembali Kirim Bantuan ke Aceh dan Sumatera Utara dan Barat, Begini komentar Wakil Bupati

Senin, 8 Desember 2025 - 19:33 WIB

Praktisi Hukum Unigoro Ungkap Potensi Pidana Panitia Olimpiade Matematika di Bojonegoro

Berita Terbaru