Peringati Hari Nusantara ke-24, Gubernur Khofifah : Nelayan Jadi Pemersatu Indonesia Sebagai Negara Bahari

- Admin

Selasa, 12 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana peringatan hari Nusantara ke - 24 di Surabaya.

i

Suasana peringatan hari Nusantara ke - 24 di Surabaya.

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa ribuan nelayan dalam kegiatan Sapa Nelayan untuk peringatan Hari Nusantara ke-24 tahun 2023 di Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Surabaya, Senin (11/12).

Dalam kegiatan yang dihadiri sebanyak 2500 nelayan, petambak, dan pembudidaya ikan dari berbagai kabupaten/kota ini, Gubernur Khofifah mengapresiasi peranan nelayan yang telah memberikan banyak kontribusi. Menurutnya, nelayan merupakan pemersatu Indonesia sebagai negara bahari.

“Nelayan tidak hanya memberi kontribusi terhadap PDRB dan PDB. Bagaimana nelayan membangun kekuatan untuk bisa menyiapkan logistik dan terutama ketahanan pangan. Namun yang tadi saya sampaikan bahwa nelayan telah melakukan ikhtiar untuk memainkan fungsi sebagai pemersatu Negeri Bahari, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, kata Gubernur Khofifah, sektor kelautan dan perikanan juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Aneka produk ikan yang dihasilkan menjadi asupan pangan utama guna menyiapkan generasi unggul 2045.

Dimana, hal ini selaras dengan tema Sapa Nelayan kali ini yakni “Ikan Untuk Generasi Emas 2045”.

“Jawa Timur sendiri memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Jawa Timur memiliki produksi perikanan tangkap tertinggi secara nasional sebesar 598.317 ton dan perikanan budidaya tertinggi ke-2 sebesar 1.314.200,80 ton,” katanya.

Produksi perikanan tangkap dan budidaya ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam provinsi saja melainkan juga berhasil menembus pasar luar negeri.

Berdasarkan data statistik Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPMHP), volume ekspor perikanan Jatim merupakan tertinggi nasional mencapai 385.083 ton. Juga, produksi garam di Jatim menjadi tertinggi nasional sebesar 402.845,84 ton pada tahun 2022.

Capaian tersebut, lanjut Khofifah, masih dapat ditingkatkan lagi mengingat Provinsi Jawa Timur memiliki panjang pantai sepanjang 3.543,54 kilometer. Dengan pengelolaan wilayah laut seluas lebih kurang 5,2 juta hektare yang melintasi 22 kabupaten/ kota berpesisir di bagian utara dan selatan, Pulau Madura, serta 504 pulau-pulau kecil di wilayah Jatim.

Baca Juga:  Sambut HUT RI, BPBD Bojonegoro Gelar Lomba Linmas Penanganan Bencana

Selain memiliki banyak potensi sektor kelautan dan perikanan baik dari segi geografis, sumber daya alam dan sarana prasarana, Jatim juga mempunyai potensi sumber daya manusia yang besar di antaranya 235 ribu nelayan, 277 ribu pembudidaya ikan, 7 ribu petambak garam, 18 ribu unit usaha pemasaran, 8 ribu unit pengolah ikan mikro dan 428 unit pengolah ikan besar.

Dengan kegiatan Sapa Nelayan ini, Gubernur Khofifah berharap bisa menjadi pelecut semangat untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sektor kelautan dan perikanan.

“Semoga pertemuan ini bisa membangun semangat kita untuk terus tumbuh dan melaju. Serta semoga kesejahteraan nelayan, petambak, dan pembudidaya bisa terus meningkat,” katanya.

Di sisi lain, secara khusus, Gubernur mengajak masyarakat khususnya para nelayan menjadikan momentum Hari Nusantara yang jatuh pada 13 Desember 2023 sebagai momentum mempererat persatuan Indonesia. Ia juga merefleksikan bagaimana persatuan Indonesia yang merupakan negara kesatuan bisa terjaga dengan baik.

“Tahun 1336, konsep Nusantara ini sejatinya sudah dicetuskan oleh Mahapatih Gajah Mada melalui Sumpah Amukti Palapa. Melalui sumpah tersebut Gajah Mada berjanji untuk mempersatukan semua pulau di Nusantara, sampai harus berpuasa untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

“Ini menunjukkan bahwa untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dilakukan dengan ikhtiar dhohir dan ikhtiar batin,” imbuh Gubernur Khofifah.

Untuk diketahui, Peringatan Hari Nusantara dicanangkan sejak tanggal 13 Desember tahun 1999, berawal dari deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia saat itu, Djuanda Kartawidjaya. Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa laut Indonesia antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga:  Forkopimda Jatim Deklarasi Anti Narkoba

“Hal ini dipertegas oleh Presiden Soekarno yang mendorong PBB untuk mengesahkan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan,” ungkapnya.

Deklarasi ini akhirnya tertuang dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan UNCLOS (United Nations Convention On The Law Of The Sea) 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.

“Bung Karno pernah mengatakan sebagai negara kepulauan maka laut bagi Indonesia adalah pemersatu bukan pemisah. Untuk itulah tidak bisa diterapkan ZEE, karena laut di Indonesia merupakan satu kesatuan,” katanya.

Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Isa Anshori mengatakan, kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama ribuan nelayan se-Jawa Timur juga sebagai ajang kampanye gemar memakan ikan.

Dengan memakan ikan menurutnya, akan membantu melahirkan generasi emas yang cerdas di tahun 2045 mendatang.

“Karena kita coba mengganti yang protein hewani dengan ikan sehingga temanya yang diusung itu,” ucapnya.

Kemudian ia menyebut, jika Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam peringatan Hari Nusantara secara nasional yang digelar di Tidore pada 13 Desember 2023 esok akan menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya di bidang kelautan dan perikanan langsung dari Presiden Joko Widodo.

Penghargaan ini kata dia, sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan Jawa Timur dalam mewujudkan kesejahteraan nelayan melalui program yang dilakukan selama kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

“Ibu Gubernur telah memberikan bantuan-bantuan kepada nelayan, kepada masyarakat pesisir kemudian memajukan budaya ekonomi dengan mangrove kemudian bantuan-bantuan lain secara optimal sekali,” tandasnya.

Untuk diketahui beragam bantuan dan penghargaan diberikan oleh Gubernur Khofifah diantaranya Hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) Tahun 2023 kepada Lantamal V Surabaya senilai Rp5.000.000.000 untuk Renovasi 250 Unit Rumah.

Kemudian Hibah Mesin Perahu Tahun 2023 kepada Pokmas Boto Lele Desa Kepuh Taluk Kelurahan Tambak Kabupaten Gresik senilai Rp65 miliar, selanjutnya Rp194.200.000 berupa 11 unit mesin perahu diesel 27 PK dan bantuan Kolam lele keluarga (Kolega) kepada Kelompok pembudidayaan Kabupaten Pasuruan senilai Rp110.000.000.

Baca Juga:  PSBB Diberlakukan, Tim Penanggulangan Covid-19 Putar Balik Kendaraan Luar Kota di Jalur Exit Tol Ngawi

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan kepada pelaku usaha dan kepala daerah yang telah memberikan dedikasi terbaiknya untuk pengembangan perikanan dan kelautan di Jatim.

Untuk pelaku usaha, penghargaan kelompok nelayan terbaik kategori pengembangan diversifikasi usaha diberikan kepada KUB Barokah Kabupaten Banyuwangi. Kemudian kelompok terbaik kategori penggunaan alat tangkap ramah Lingkungan kepada KUB Mina Makmur Kab. Blitar, dan Pokdakan Terbaik dalam pelestarian ikan lokal di Jawa Timur diraih oleh Pokdakan Mina Jam Tiga Kabupaten Pasuruan.

Lalu Pokdakan Terbaik dalam mengembangkan Usaha Ikan Hias Mas Koki di Jawa Timur diberikan kepada Pokdakan Tirto Moyo Asri Kabupaten Tulungagung. UKM pengolah dan pemasaran hasil perikanan terbaik kepada Pawon Klothok Ning Niniek. Serta Unit pengolahan ikan terbaik dalam Mendukung Program Peningkatan Konsumsi Ikan berhasil diraih PT. Kelola Mina Laut.

Kategori Kelestarian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan diberikan kepada Pokmaswas Kejung Samudra Kabupaten Trenggalek. Serta Produktivitas Lahan Garam Tertinggi diberikan kepada Kugar Bunga Melati Kabupaten Pamekasan.

Sedangkan untuk kepala daerah, Kategori Pembina Terbaik Pemberdayaan Nelayan diberikan kepada Walikota Surabaya. Pembina Terbaik Kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) diberikan pada Bupati Trenggalek. Serta Pembina Terbaik Penerapan Taat Berijin berhasil diraih Bupati Pamekasan.

Kemudian kategori Pembina Terbaik Pengembangan Budidaya Lele Sistem Sirkulasi diraih Bupati Kediri. Pembina Terbaik Penerapan Cara Budidaya Ikan Yang Baik di Provinsi Jawa Timur diberikan pada Bupati Sidoarjo. Serta Pembina Terbaik Penerapan Cara Pembenihan Ikan Yang Baik di Provinsi Jawa Timur diberikan pada Bupati Ngawi.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

Perayaan Cap Go Meh 2024, Begini Harapan Pj Bojonegoro
Pemkab Bojonegoro Fasilitasi Pemindahan Tanah Makam mbah Samin ke Bojonegoro
Pemilu 2024 di Bojonegoro Berjalan Aman, Pj. Bupati Apresiasi Kinerja TNI dan POLRI
Gubernur Jatim Lantik Pj. Bupati Sampang dan Pj. Walikota Probolinggo, Ini Pesannya
Didampingi Forpimda Bojonegoro, Gubernur Jatim Resmikan MPS Anak PT Kareb
Kunjungan Kerja DWP DPJK Kemenkeu RI, Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Bojonegoro
Melalui Pupuk Indonesia, Pemerintah Jaga Ketersediaan Pupuk Untuk Petani
Pj Bupati Bojonegoro Bersama Istri Kenalkan Kuliner Khas Desa

Berita Terkait

Senin, 5 Februari 2024 - 18:49 WIB

Akibat Ngantuk Truk Fuso Muatan Paralon Guling Masuk Jurang di Jember

Rabu, 31 Januari 2024 - 19:36 WIB

Insiden Kecelakaan Warnai Kampanye Akbar Paslon 01 di Pamekasan

Jumat, 26 Januari 2024 - 05:40 WIB

Baru Dilantik, Anggota KPPS di Jember Tewas Usai Lompat ke Dalam Sumur

Minggu, 14 Januari 2024 - 17:00 WIB

FRPB Pamekasan Peringati Hari Sejuta Pohon

Minggu, 14 Januari 2024 - 08:07 WIB

Viral Video Ekskavator di Pamekasan Lakukan Pengrusakan Mangrove

Jumat, 12 Januari 2024 - 16:46 WIB

Pupuk Langka, PMII Pamekasan Turun Gunung

Kamis, 4 Januari 2024 - 09:37 WIB

Polda Jatim Catat 39 Korban Laka Lantas Tewas Selama Operasi Lilin Semeru 2023

Rabu, 3 Januari 2024 - 12:38 WIB

Ada Ledakan di Rumah Warga Sumenep

Berita Terbaru

Birokrasi

Perayaan Cap Go Meh 2024, Begini Harapan Pj Bojonegoro

Minggu, 25 Feb 2024 - 14:18 WIB

TNI/Polri

Bersama Tim TPID, Polres Bojonegoro Sidak Gudang Beras Bulog

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:35 WIB