Mathur Husyairi : Jangan Gadaikan Nasib Bangsa pada Pemimpin yang Gemar Praktik Politik Uang

- Admin

Jumat, 11 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, H. Mathur Husyairi saat berfoto bersama Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

i

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, H. Mathur Husyairi saat berfoto bersama Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

BANGKALAN, SUARABANGSA.co.id Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, H. Mathur Husyairi meminta mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) agar mencegah terjadinya politik uang dalam setiap pesta demokrasi. Pasalnya, pemimpin yang terpilih nantinya akan cenderung tidak baik.

Hal itu disampaikan Mathur saat mengisi acara Pekan Orientasi Studi Terbaru (POSTER) yang digelar BEM FIP UTM, Kamis (10/8) kemarin. Acara itu bertema “Revitalisasi Generasi Pendidik yang Kritis, Kreatif, dan Inovatif dalam Mewujudkan FIP yang Berkemajuan dan Bermartabat Menuju Era 5.0” dan diikuti seluruh mahasiswa baru FIP UTM angkatan 2023.

Baca Juga:  Lakukan Konsolidasi, Relawan dan Loyalis Ra Mamak Berkumpul di Water Park

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengatakan, setiap orang, apalagi mahasiswa sebagai orang berpendidikan harus cerdas dalam memilah dan memilih seorang pemimpin, apalagi penentuannya melalui pemilihan langsung yang cenderung sering terjadi praktik politik uang. Memilih pemimpin, kata dia juga tidak boleh hanya berdasarkan genetiknya saja.

Ia menjelaskan, kepemimpinan bukan sebuah bakat atau faktor keturunan semata, melainkan muncul dari usaha yang diasah secara konsisten. Menurut dia, setiap orang memiliki potensi sebagai pemimpin. Tak sedikit, tokoh nasional di negeri ini dari masyarakat biasa.

Baca Juga:  Reses Pertama, H. Sami'oeddin Fokus Kawal Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan

Kata dia, untuk menjadi pemimpin yang baik dan mumpuni, ada beberapa hal yang mesti dilatih oleh setiap pribadi seseorang, diantaranya adalah metode yang komunikatif, solutif, dan adaptif. Hal tersebut harus senantiasa diasah dan dilatih.

“Sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin agar efektif dalam menjalankan organisasi, harus mempunyai kemampuan berbicara di muka umum atau istilah sekarang public speaking. Kemampuan lainnya, memecahkan suatu masalah atau problem solving, dan mudah beradaptasi,” paparnya.

Penulis : Salam

Editor : Putri

Berita Terkait

Desa Bandungrejo Bojonegoro Belum Ada Tahapan Pilkades PAW, Warga Berharap Pilkades Reguler
PROJO Setujui Kompromi Pilkada: Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung
Buka Muswil PKB Jatim, Cak Imin Ajak Kader Dekat dengan Rakyat
Relawan Tolak Projo Menjadi Partai, Mustakim: Arah Organisasi Tetap Ormas Yang setia di garis rakyat
Puncak Harlah Golkar Bojonegoro, Dihadiri Bupati Bojonegoro
Akis Jazuli Nahkodai DPD Nasdem Sumenep, Ini Kometmen
Tok, DPRD Sampang Setujui Penetapan Dua Raperda Sekaligus
KPU Bojonegoro Akan Segera Proses PAW Dua Anggota DPRD

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru