Buka Bimtek Penyusunan Master Plan Smart City, Begini Kata Sekda Sampang

- Admin

Rabu, 5 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, H Yuliadi Setiyawan membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Master Plan Kota Cerdas (Smart City) dan Quick Win Program Unggulan tahap pertama di aula Pemkab setempat, Rabu (05/07/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan secara offline ini dihadiri narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI), Maykada Harjono Kurniawan, Hari Kusdaryanto, Andi Suso dan Hariatni Novitasari.

Bimtek yang akan berlangsung selama dua hari dari tanggal 5 hingga 6 Juli 2023 itu juga dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab, Camat, Asosiasi Kepala Desa, Pelaku Usaha, Tokoh Agama dan Masyarakat serta Perusahaan di Kabupaten Sampang.

H Yuliadi Setiyawan menyebut pemerintah kabupaten mendukung penuh inovasi yang akan menjadikan Kabupaten Sampang menuju Smart City. Mengingat di era yang semakin modern, menjadikan teknologi sebuah kebutuhan.

“Program smart city ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong digitalisasi di berbagai sektor kota-kota dan kabupaten-kabupaten di Indonesia,” katanya, Rabu (05/07/2023).

Baca Juga:  TKD di Bojonegoro Marak di Selewengkan Oknum Desa

Menurutnya, program smart city dapat memberikan solusi untuk berbagai tantangan perkotaan seperti kemacetan, polusi udara, kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik.

“Selain itu, program smart city juga dapat meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota,” imbuhnya.

Dengan demikian, kata dia, program smart city yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari transformasi digital yang bertujuan untuk menciptakan kabupaten-kabupaten yang cerdas yang berkelanjutan dan inklusif.

“Sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi melaksanakan gerakan menuju Kota Cerdas (Smart City) dan Quick Win Program Unggulan Kabupaten Sampang,” paparnya.

Peluang berikutnya, lanjut dia, smart city dapat mengembangkan potensi lokal masing-masing daerah dengan pendekatan berbasis Inovasi dan digitalisasi menyesuaikan diri dengan karakteristik dan juga kebutuhan daerah serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

“Smart City ini harus kita laksanakan jangan sampai kita ketinggalan landasan. Seperti yang digaungkan presiden, menggunakan teknologi itu merupakan sebuah kebutuhan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kepala Desa Sumberjo Kidul Bojonegoro Merasa Kecolongan Saat Pendaftaran Perangkat Desa

Gerakan smart city juga membuka peluang investasi di berbagai sektor seperti infrastruktur digital, teknologi informasi dan komunikasi serta dapat menarik minat investor dengan menawarkan solusi cerdas yang efisien dan efektif.

“Pembangunan berbasis Smart City pada Pemerintah Daerah merupakan sebuah strategi yang efisien untuk mengatasi permasalahan kesenjangan pembangunan yang dihadapi daerah,” urainya.

Di akhir, pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lancar, sehingga perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi pengembangan Kabupaten Sampang dengan konsep kota cerdas (smart city) dapat terealisasi dengan baik sehingga mempercepat transformasi digital.

“Kami berharap bimtek ini bisa menghasilkan konsep Smart City yang baik, sehingga dapat diimplementasikan dan dapat mempermudah pelayanan terhadap masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sampang Amrin Hidayat memaparkan, bahwa Kemenkominfo mengandeng para Kepala Daerah untuk menginisiasi Kota Cerdas yang dikenal dengan Smart City.

Baca Juga:  Kapolri Resmikan Sarpras Kepolisian dan Solo Smart City

“Kabupaten Sampang ini terpilih bersama 50 Kabupaten/Kota lainnya yang ada di seluruh Indonesia untuk mengimplementasikan Smart City,” ujar Amrin.

Menurut Amrin, penyusunan Master Plan Smart City ini sebagai tindak lanjut Nota Kesepakatan antara Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI dengan Pemkab Sampang tentang Implementasi Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City).

“Penyusunan ini akan dibagi ke dalam fokusnya masing-masing sesuai elemen Smart City yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment agar dapat melakukan analisis dan mengambil kesimpulan masalah maupun solusi dengan lebih terarah dan terstruktur,” tutur Amrin menguraikan.

Amrin juga menyampaikan, bahwa Pemkab Sampang telah membangun wilayah infrastruktur teknologi informasi baik di perkotaan hingga ke pedesaan.

“Untuk itu perlu strategi yang diambil dalam pembangunan yang berkelanjutan. Kabupaten Sampang mempunyai potensi dalam transformasi digital,” tandas Amrin.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru