Heboh! Kabarnya Mantan Kades di Sampang di Jemput Paksa Oleh KPK?

- Admin

Kamis, 15 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Beredar kabar jika mantan Kepala Desa (Kades) Jelgung, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penjemputan mantan Kades berinisial H yang dilakukan oleh tim penyidik KPK pada Rabu (14/12/2022) malam itu terkait dugaan tindak pidana korupsi suap pengurusan alokasi dana hibah bersumber dari APBD Jatim.

Kabar tersebut mendadak heboh dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, Suhartini mengaku tidak mengetahui soal kabar tersebut, mengingat dirinya tengah berada di luar kota.

Baca Juga:  Niat Menebang Ranting Pohon Mangga, Warga Camplong Sampang Tewas Tersengat Listrik

“Tidak tahu mas, saya lagi berada di Surabaya, masih ada kegiatan,” kata Suhartini singkat, Kamis (15/12/2022).

Sementara itu, hal senada juga dikatakan Camat Robatal Sunarto. Dirinya pun tidak mengetahui soal penangkapan mantan Kades Jelgung yang berinisial H.

“Kami masih belum tahu adanya penangkapan itu, karena pagi tadi kami ada acara di Pendopo Sampang,” ujar Sunarto.

Terpisah, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan informasi penangkapan pada mantan Kades Jelgung tersebut.

“Iya benar, H diamankan KPK sekitar pukul 24.00 WIB di rumahnya Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, Sampang,” katanya.

Baca Juga:  Klasemen Sementara Proliga 2022 Putaran I

Menurut dia, kabar heboh penangkapan terhadap H diduga ada kaitannya dengan kasus salah satu anggota DPRD Provinsi Jatim yang sebelumnya diamankan KPK.

“Informasinya, ipar H itu mengantarkan uang ke anggota DPRD Jatim di sebuah tempat, kemudian terkena OTT. Setelah itu, baru mantan Kades H yang diamankan,” tandasnya.

Sekedar diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak (STS). Dia terjerat OTT atas dugaan korupsi dana hibah kepada kelompok masyarakat.

Selain itu, KPK juga memboyong tiga pihak lain, yang merupakan staf ahli DPRD dan pihak swasta.

Baca Juga:  HUT TNI, Polsek Wiyung dan Koramil Lakukan Tasyakkuran

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Emas Online, Korban Rugi Rp 3,7 Miliar
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Lima Terdakwa Kasus Korupsi BSPS di Sumenep Hadapi Replik dan Vonis Awal Agustus
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru