Warga dan Guru Serta Camat Sayur Matinggi Menyurati Gubernur Sumatera Utara

TAPANULI SELATAN, SUARABANGSA.co.id – Warga dan para guru, Komite Sekolah serta Camat Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) melayangkan surat permohonan kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edi Rahmayadi melalui Plh. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provsu dengan Nomor 430/268/2022 tertanggal 22 Juli 2022.

Isi surat yang dilayangkan secara kompak tersebut tidak lain bermaksud meminta kepada Gubsu Edi Rahmayadi untuk mempertahankan ibu Satriati Pasaribu, S.Pd,. M.Si sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sayur Matinggi.

Seperti Camat Sayur Matinggi Enri Cofermi Batubara dalam isi suratnya bernomor 430/268/2022 ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara C/Q Plh. KIepada Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara yang pada kesimpulannya memberikan dukungan kepada ibu Satriadi Pasaribu sebagai Kepsek SMAN I Sayur Matinggi karena dianggap beliau sangat berkomitmen dalam memajukan Pendidikan dan membangun sekolah yang lebih baik.

Senada juga datang dari Ketua Komite SMAN 1 Sayurmatinggi, Arli Efendi Lubis berharap Gubernur posisikan kembali ibu Satriadi Pasaribu menjadi Kepsek SMAN I Sayur Matinggi sebabnya telah banyak berbuat baik untuk sekolah dan membantu orangtua siswa agar tidak putus sekolah ditengah-tengah ekonomi masyarakat yang saat ini anjlok.

Baca Juga:  SMK Al Karimiyyah Sumenep Tingkatkan Mutu Guru Melalui Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Tidak itu saja, dukungan juga datang dari 34 (Dua Puluh Empat) orang jajajaran pihak sekolah dan pengajar dari SMAN I Sayur Matinggi meminta Gubsu bisa membatalkan mutasi ibu Satriadi Pasaribu sehingga tetap menjadi Kepsek SMAN I Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan.

Menurut mereka termasuk dari keterangan Irhamsyah Harahap yang menjabat sebagai Wakasek mengatakan Ibu Satriadi Pasaribu sangat berkomitmen memajukan SMAN I Sayur Matinggi sehingga masih sangat dibutuhkan.

Adapun para guru yang menandatangani surat yang telah dilayangkan kepada Gubsu antaralain, Wakasek Kurikulum, Irhamsyah Harahap SPd MM, Wakasek Kesiswaan, Lastiarma SPd, Wakasek Sarpras, Leddy Raskita Nasution SPd, Kepala Perpustakaan, Tuti Helvina SPd, Kepala Laboratorium, Melwam Ady Rezki Harahap SPd. Ketua Komite, Arli Efendi Lubis, Dra Roida, Erlina Maurida Sari SPd, Parmohonan Lubis SPd MPd, Masriana Pulungan, SAg, Syamsenni Silitonga STh, Erniwati SAg, Hildawati Tambunan SPd, Muallim Prima SSos, Epi Suryani SPd, Nuraini SPd, Nurhayani Pulungan SPd.

Baca Juga:  Tancap Gas, INKADHA Sumenep Lantik Pejabat Struktural

Turut juga guru non ASN, Resti Harahap, Riski Mariani Siregar, Risky Kholilah, Ainul Yakinah Pasaribu, Asnan Pulungan, Entri Damayanti Sihombing, Iksan Matondang, Nila Safitri Hasibuan, Nirma Seri Desti Lubis, Fitri Handayani, Sandro Petrus Siregar, Yulisna Lubis, Ansor Gunawan, Fitri Handayani, dan TU, Sonto Mari Siahaan. Tenaga kependidikan, Mukhlis Ansor Daulay serta Penjaga sekolah, Rahmat Adil Hakim Lubis.

Bahkan surat dukungan dari Aparat Pemerintahan, Tokoh masyarakat dan orang tua siswa menyurati Gubsu melalui Kadis Pendidikan Provsu tertanggal 23 Juli 2022 dengan besar harapan untuk tidak memutasi/memindahkan ibu Satriati dan kiranya tetap sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Sayurmatinggi.

Dari surat dukungan yang diterima Wartawan tertera yang membubuhkan dukungan ditandatangani ada Camat Sayurmatinggi, Enri Cofermi Batubara MPd. Lurah Sayurmatinggi, Adhanan Efendi Jambak, SKM. Babinkamtibmas, Aipda D Tampubolon. Raja Sayurmatinggi, Baginda Marahmuddin Pulungan. Kepala Desa Tanjung Medan Kecamatan Tantom Angkola, Rettama Hutabarat dan Tokoh Masyarakat Tantom Angkola, Rahmat Sitompul serta orang tua siswa, dan Dahlan Manurung dan Kardin Simanjuntak.

Baca Juga:  Pemkab Tapanuli Selatan Raih Penghargaan dari Kementerian Kominfo RI Kategori Master Plan Smart City

Terpisah, Pengamat Pendidikan di Tapanuli Selatan S.Gultom (65) Saat dikonfimasi Jum’at, (28/10/2022) menanggapi soal dukungan tersebut mengatakan faktor penting dalam pengembangan pendidikan salah satunya dukungan masyarakat.

“Salah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat sejak diberlakukannya UU nomor 20 Tahun 2003, semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah,” ucapnya kepada Wartawan saat diminta tanggapannya.

Leave a Reply