Hasil Pengumuman Calon Panwascam Terpilih di Sampang Janggal, Disinyalir ada Dugaan Pergantian Nama

- Admin

Kamis, 27 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Polemik seleksi calon panitia pengawas pemilu (panwaslu) Kecamatan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang dinilai sarat dengan permainan curang kian hangat dibicarakan.

Lebih-lebih pada saat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, secara resmi mengumumkan nama-nama terpilih anggota Panwaslu Kecamatan. Pasalnya, beredar di aplikasi WhatsApp dua file pengumuman dengan nama peserta yang berbeda.

Hal itu diungkap Divisi Politik, Hukum dan HAM (Polhukham), Forum Gardu Demokrasi (FGD) Kabupaten Sampang, Abdul Azis Agus Priyanto. Menurutnya, Bawaslu Sampang ditengarai telah melakukan kelalaian dalam mengumumkan nama terpilih anggota Panwascam.

“Kami punya 2 file berbentuk pdf hasil pengumuman anggota Panwascam terpilih, pengumuman yang tayang melalui website resmi Bawaslu Sampang itu diduga telah berubah dari pengumuman sebelumnya,” kata Abdul Azis pada kontributor suarabangsa.co.id, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga:  Warga Desa Gunung Eleh Kedungdung Sayangkan Sikap BNN Propinsi Jawa Timur

Perubahan tersebut, kata dia, terjadi di salah satu Kecamatan. Ada nama peserta di pengumuman sebelumnya lolos tetapi di pengumuman berikutnya diganti dengan peserta lain.

“Kami pastikan pada lembaran pdf yang beredar sama persis (pada pojok kiri bawah sama-sama mendapatkan pengesahan berupa paraf dan stempel,red) dengan yang seutuhnya dipublish di akun resmi Bawaslu Sampang,” bebernya.

Dirinya mempertanyakan integritas dan profesionalitas Bawaslu Sampang yang diduga mengubah hasil pengumuman sebelumnya. Menurut dia, kelalaian tersebut harus diusut sampai tuntas.

“Harus diusut sampai tuntas, jangan ada kongkalikong dalam menentukan siapa yang lolos. Bagaimana Bawaslu akan mengawasi pelanggaran di lapangan nantinya, sementara ditubuh Bawaslu sendiri melanggar aturan yang dibuatnya,” tegasnya.

Baca Juga:  Akhirnya Dishub Sampang Perbaiki Traffic Light yang Rusak

Jika pergantian nama itu karena ada persekongkolan jahat, maka dia menganggap sangat mungkin kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu menjadi rendah. Sebab, dalam prosesnya lebih mengedepankan kepentingan kelompok tertentu dibanding soal independensi maupun integritas dari para penyelenggara pemilu.

“Para penyelenggara pemilu, seperti Bawaslu mestinya menjadi manusia setengah dewa, bekerja secara profesional enggak boleh genit, enggak boleh dekat dengan salah satu kekuatan politik,” ucap Abdul Azis.

Ia menyebut, bahwa publik harus cermat dalam seleksi Panwascam ini karena merupakan garda terdepan dalam proses pengawasan pada penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang, agar tidak terbelenggu oleh kepentingan salah satu kelompok.

Baca Juga:  Satu dari Tiga Pelaku Pencuri Ban Mobil di Tambaan Camplong Ternyata Karyawan Korban

“Panwascam adalah ujung tombak Bawaslu Kabupaten. Makanya, anggota Panwascam harus orang berpengalaman dan mempunyai kemampuan dalam memahami UU Kepemiluan, utamanya dibidang penegakan hukum Pemilu,” imbuhnya.

Terakhir dia berharap, Panwascam yang terpilih sudah mendekati pada 12 asas penyelenggara pemilu yang didalamnya meliputi asas mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sampang Hj Insiyatun saat dikonfirmasi melalui nomor telephone selulernya tidak diangkat meski nada sambungnya terdengar aktif hingga berita ini dipublish.

Berita Terkait

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027
Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam
Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB