Polemik Hak Kepemilikan Tanah SDN 04 Rekkerek Palengaan Pamekasan Tak Kunjung Temukan Titik Terang

- Admin

Kamis, 29 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Terkait perseteruan hak kepemilikan tanah, yang dipakai siswa untuk belajar di SDN 04 Rekkerek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur (Jatim), hingga saat ini masih belum menemukan titik terang.

Hingga saat ini, sebanyak 40 siswa tersebut, masih menjalani proses belajar di rumah salah satu warga setempat.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pamekasan, Moh. Zaini pada Senin 26 September 2022 di Ruang kerjanya.

Menurut Zaini, setelah melakukan kajian, kesimpulan dari pihaknya bahwa sekolah SDN 04 Rekkerek itu ya ditutup, karena dianggap tidak efektif, sehingga pihaknya sudah mengajukan terkait penutupan itu.

Baca Juga:  Muat 9 Penumpang, Minibus Asal Pamekasan Ini Terguling di Sumenep

“Siswa yang belajar di SDN 04 Rekkerek itu sebanyak 40 siswa, dan ini masuk pada yang boleh, bahkan sangat boleh dan memenuhi syarat untuk dilakukan regrouping dan ditutup,” terangnya kepada awak media ini.

Keputusan itu ia lakukan karena sampai detik ini, pihak ahli warisnya tetap ngotot agar tanahnya dibeli.

Sedangkan harga yang diminta itu sangatlah tidak wajar.

“Jadi, kalau ini dilakukan kita yang kena, karena harus ada apresel untuk menentukan harga tanah,” jelasnya.

“Kita sudah mentok untuk menutup sekolah tersebut, karena berbagai macam cara serta mediasi, sudah kita lakukan, akan tetapi hasilnya tetap buntu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Lakukan Panen Bersama Tanaman Hibrida Asian Gold 77

Berita Terkait

Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Pendidikan Tidak Gratis: Menguji Pernyataan Humas SMA 3 Bojonegoro di Tengah Larangan Pungutan dan Politisasi PIP
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Ketua DPRD Bojonegoro Diroasting Guru Madrasah, Pertanyakan Anggaran APBD Besar, Guru Madrasah Miskin Tak Dapat Insentif

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:18 WIB

Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB

Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:47 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:57 WIB

Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri

Berita Terbaru