Dugaan Pungli di Sekolah MAN 2 Kota Padang Sidempuan, Ini Kata Kepala Sekolah

PADANG SIDEMPUAN, SUARABANGSA.co.id Kepala Sekolah (Kepsek) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) kepada para siswanya.

Informasi yang diterima kontributor suarabangsa.co.id, tidak hanya melakukan pungutan pada siswa aktif, pihak sekolah juga melakukan pungutan pada para alumni MAN 2, guru-guru serta pada orang tua murid.

Selain itu, pihak Kemenag juga memberikan kontribusi kepada pihak sekolah untuk pembelian pengadaan mobil MAN 2 Kota Padang Sidempuan.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah uang yang dipungut dari siswa-siswi sebesar Rp 1.200ribu. Uang itu diperuntukan untuk pembelian buku serta pengadaan mobil sekolah.

Belum lagi dengan jumlah siswa-siswi sekolah MAN 2 Kota Padang Sidempuan yang begitu banyak. Yakni untuk kelas dua total ada 313 murid, dan kelas tiga total ada 297 murid. Belum diketahui pasti, berapa pihak sekolah mengutip siswa kelas dua dan kelas tiga MAN 2 kota Padang Sidempuan.

Baca Juga:  Bruuuk!!! Bagian Atap Plafon Bekas Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sampang Ambruk

“Ia benar, anak kami dimintai sumbangan sebesar Rp 1.200 ribu. Itu siwa kelas satu. Bayangkan, bila di total jumlah keseluruhan uang pungutan tersebut,” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan identitasnya itu.

Dengan adanya pungutan sebesar itu, kata dia, banyak orang tua murid yang tidak sepakat namun tidak ada yang berani mengadu. Mereka bungkam.

“Cuma saya yang berani mengadukan ini ke media dan saya berharap uang saya itu di kembalikan oleh pihak sekolah,” sesalnya sembari berharap uangnya dikembalikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah MAN 2 kota Padang Sidempuan, Maisyaroh saat dikonfirmasi membenarkan adanya pungutan tersebut. Dia juga membenarkan, jika hasil dari pembelian pengadaan mobil itu adalah uang dari hasil penjualan sabun yang dilakukan oleh siswa-siswi MAN 2 Kota Padang Sidempuan.

Baca Juga:  Pembangunan Dek Sungai Senilai Rp 2,3 Miliar di Padang Sidempuan Menjadi Sorotan

“Peraturan kemenag nomor 16 tahun 2020, memperbolehkan adanya pengutipan dana dengan landasan suka rela dan tidak ada paksaan dalam penggalangan dana tersebut,” kata dia, didampingi Ketua Komite Gunawan Siregar serta salah satu guru Asriani Siregar, Kamis (08/09/2022).

Menurut Maisyaroh, pihaknya telah menggelar rapat komite sekolah bersama orang tua murid dan memberikan persentase terkait pengutipan penggalangan dana bantuan pembelian mobil bis sekolah.

“Sebelumnya, kami sudah rapat komite. Kami sampaikan pada para siswa dan juga wali murid untuk meminta sumbangan pembelian mobil sekolah dengan harga kurang lebih Rp 500juta,” beber Maisyaroh memungkasi.

Baca Juga:  Sembulung Banyuwangi Imbau Penonton Liga Santri Patuhi Prokes

Namun, saat wartawan melakukan wawancara dengan Maisyaroh, Asriani Siregar dengan tidak sopan mengoceh dan mengatakan ke awak media bahwa wartawan tidak bisa diajak kerja sama (dalam bahasa Tapsel; wartawan on inda bisa diajak kerja sama).

Seolah-olah para wartawan itu dianggap mengundang amarah, emosi serta kecewaan diruang kepala sekolah tersebut. Menurut dugaan wartawan, sikap Asriani Siregar telah menyalahi undang-undang keterbukaan informasi publik dan tidak layak menjadi kepala sekolah MtsN kota Padang Sidempuan.

Leave a Reply