Heboh, Muncul Spanduk Penolakan Pembangunan Markas Salafi-Wahabi di Sampang

- Admin

Sabtu, 20 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Warga Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dihebohkan dengan munculnya spanduk penolakan pembangunan yang disinyalir kuat akan dijadikan markas Salafi-Wahabi dengan kedok Rumah Tahfidz.

Pantauan kontributor suarabangsa.co.id, spanduk dengan berlatar warna hijau tersebut bertuliskan “Forum Warga Banyuanyar (FWB) Tolak Pembangunan Markas Salafi-Wahabi”.

Meski tidak terlalu berukuran besar, namun spanduk tersebut cukup mudah terbaca oleh warga dan pengendara.

Lokasi pembangunan itu terletak di seberang barat Jalan Diponegoro Sampang. Nampak bangunan masih berupa pondasi dasar dengan tumpukan batu bata, pasir serta bebatuan yang mulai tertata di atas tanah seluas 5.500 meter persegi.

Baca Juga:  Anggota Komisi IV DPRD Sampang Ragukan Akurasi Data Penerima BLT DBHCHT

Muhammad Yusuf (35), salah satu warga sekitar mengaku kaget dan tidak mengetahui siapa yang memasang dan sejak kapan spanduk tersebut mulai terpasang.

“Saya kaget juga, ketika lewat spanduk itu tiba-tiba sudah ada,” katanya, Sabtu (20/8/2022).

Menurut Yusuf, kebenaran tulisan spanduk itu butuh diklarifikasi langsung kepada pihak yang bersangkutan, yakni pemilik tanah yang diduga kuat akan membangun markas Salafi Wahabi di lokasi tersebut.

“Ini harus diklarifikasi langsung pada pemilik tanah, agar informasinya jelas dan tidak bias di kalangan warga Banyuanyar,” tuturnya.

Baca Juga:  Ketua Persatuan Wartawan Sampang Sampaikan Ucapan Terimakasih kepada Para Donatur

Selama ini, kata Yusuf, masyarakat Sampang khususnya warga Banyuanyar sudah tentram dan damai dalam melaksanakan ibadah dengan amaliyah keagaaman. Jika seandainya benar ada paham atau ada ideologi baru yang masuk, tentu akan sangat mengganggu.

“Selama ini hubungan masyarakat baik-baik saja, semua kegiatan keagamaan yang ada berjalan baik sebagaimana mestinya, karena mayoritas di sini warga Mahdliyin,” tandas Yusuf.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru