Kapolres Probolinggo Tutup Kejuaraan Pencak Silat

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi secara langsung menutup kejuaraan pencak silat Kapolres Cup 2022 yang dilaksanakan di GOR Sasana Krida.

Penutupan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo Sugeng Nufindarko serta keluarga besar Polres Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kejuaraan ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada KONI, IPSI Kabupaten Probolinggo, Ketua Perguruan Pencak Silat di Kabupaten Probolinggo, wasit dan para pendekar yang telah berpartisipasi dalam kejuaraan ini,” katanya.

Baca Juga:  Nugroho Setiawan Menilai Tragedi Kanjuruhan Seharusnya Bisa Diantisipasi

Kapolres menambahkan kejuaraan ini merupakan salah satu sarana untuk mengasah kemampuan dan menjaring atlit-atlit berbakat dan potensial yang ke depannya bisa berlaga lagi di tingkatan yang lebih tinggi.

“Kegiatan ini digelar agar semua pendekar bisa berkumpul di kejuaraan ini untuk bersilaturahmi, meningkatkan kemampuan serta memperkuat persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Menurut Kapolres, atlit-atlit di Kabupaten Probolinggo sangat berbakat dan potensial. Oleh karena itu diharapkan mampu membawa dan menerapkan semangat sportivitas, persaudaraan, persatuan dan kesatuan maupun yang paling penting adalah membela kebenaran. “Atlit-atlit ini nantinya yang akan menampilkan citra bangsa kita kepada bangsa lainnya di dunia,” terangnya.

Baca Juga:  Menteri ATR/BPN Sosialisasikan Program PTSL tahun 2022 di Probolinggo

Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Probolinggo Cup 2022 ini diikuti oleh 157 peserta yang terdiri dari 105 atlit putra dan 52 atlit putri yang berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo ini bertujuan untuk meningkatkan kerukunan antar pendekar dan perguruan pencak silat yang berada di Kabupaten Probolinggo.

“Harapannya setelah pelaksanaan kejuaraan ini atlit-atlit yang telah menjadi juara bisa diberangkatkan ke pertandingan yang tingkatnya lebih tinggi sehingga harapannya lahir atlit-atlit silat tingkat dunia yang berasal dari Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Leave a Reply