Ratusan Warga Bondowoso Ikut Isbath Nikah, Ketua DPRD Beri Apresiasi

BONDOWOSO, SUARABANGSA.co.id – Ratusan warga di Kabupaten Bondowoso mengikuti isbat nikah di Aula Gusdur, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Selasa, (2/8/2022).

Isbath nikah itu untuk ‘melegalkan’ pernikahan pasangan suami istri yang sebelumnya hanya menikah sah secara agama.

Peserta yang ikut program isbat nikah itu mulai dari remaja hingga kalangan lanjut usia (lansia).

H. Tohari, anggota DPRD Kabupaten Bondowoso dari fraksi PKB menjelaskan, isbath nikah tersebut adalah yang ketiga kalinya.

“Hari ini pesertanya 103 orang. Rata-rata setiap isbat nikah pasti di atas 100 orang. Jadi total sejauh ini 300 orang,” ungkapnya di lokasi.

Baca Juga:  Polres Bondowoso Gulung Pelaku Judi Online

Peserta dari kegiatan itu tidak hanya berasal dari Maesan yang masuk dapil yang diwakili H. Tohari.

“Ada juga dari kecamatan Cermee dan lainnya. Sebab saya sudah bukan mewakili dapil, tapi wakil rakyat Bondowoso secara keseluruhan,” tuturnya.

Isbath nikah ini merupakan pokok pokor pemikiran (pokir) H. Tohari, dimana ia menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat.

“Sebab sebelum pernikahan sah secara agama dan pemerintah, maka tidak akan mendapatkan dokumen kependudukan. Otomatis, KTP nya pun masih belum kawin dan KK belum jadi kepala keluarga,” beber legislator asal Maesan itu.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Longgarkan Aturan, Gunaifi Syarif Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Jika memiliki anak, maka akta kelahiran disebutkan bahwa si anak itu adalah anak ibu.

“Isbath nikah ini sebagai pelayanan untuk memudahkan mendapatkan dokumen kependudukan pada masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bondowoso, Agung Tri Handono menyebut, bahwa dokumen kependudukan yang nanti diterbitkan berlaku surut.

“Artinya jika menikah siri tahun 1990 dan isbat nikah hari ini, maka surat nikahnya nanti ditulis telah menikah di tahun akadnya itu,” paparnya.

Setelah buku nikah keluar, maka menjadi dasar untuk membuat KK, KTP dan dokumen lainnya.

Baca Juga:  Bupati Salwa Menang Gugatan atas Banyuwangi, Sepertiga Kawasan Kawah Ijen menjadi Hak Bondowoso

“Jadi dokumen yang terbit nanti berlaku surut,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir mengapresiasi program isbath nikah massal tersebut.

“Saya sampaikan terima kasih pada pak Tohari. Pada saat pencalonan mewakili dapil, tapi begitu terpilih, maka mewakili seluruh rakyat Bondowoso. Itulah yang disebut dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat,” tegas Dhafir. (awi)

Leave a Reply