Video Viral Pesta Pernikahan dan Dangdutan di Pemakaman Umum, Ternyata Ini Lokasinya

- Admin

Rabu, 6 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan adanya kegiatan acara hajatan dengan penampilan panggung dangdut di tengah kuburan.

Video itu diunggah oleh pemilik akun TikTok @zaramake.up dan sudah dibagikan 25.2K kali, mendapat 19.4K komentar, dan di sukai 129.0K.

Dalam video berdurasi 35 detik itu, terlihat sekelompok grup musik dangdut, dan seorang biduan, membawakan lagu di atas panggung yang berhadapan langsung dengan petak-petak pemakaman.

Selain itu, juga tampak sejumlah orang asyik menyaksikan sambil duduk di antara makam. Speaker dan kamera perekam pun juga diletakkan di sela-sela makam.

Baca Juga:  Sertijab PJU Jatim, Berikut Daftar Nama dan Rotasi Jabatannya

Usut punya usut, acara hajatan pesta pernikahan tersebut diduga dilakukan oleh salah seorang warga Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

kontributor suarabangsa.co.id, mencoba mengkonfirmasi salah satu musisi yang tampil di acara hajatan tersebut. Yassir, membenarkan jika grupnya tampil di acara dangdutan di area pemakaman itu.

“Iya benar, saya juga kaget saat mengetahui lokasi panggungnya berdiri diatas pemakaman umum. Acaranya resepsi pernikahan,” kata Yassir saat dihubungi via telepon selulernya, Rabu (06/06/2022).

Pria asal warga Dusun Karangloh, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong itu mengaku jika grupnya tersebut di undang oleh salah satu famili dari pemilik hajat.

Baca Juga:  Kerap Kecolongan, Kinerja Satgas Covid-19 Kecamatan Camplong Sampang Dipertanyakan

“Katanya, nanggap orkes itu karena di sumbang oleh salah seorang famili dari tuan rumah itu,” aku Yassir.

Saat dirinya mengetahui lokasi tersebut tepat di area pemakaman, Yassir sempat memprotes pada pemilik hajat. Penempatan itu, menurut pemilik hajat, terpaksa dilakukan karena tidak punya tempat.

“Saya sempat protes, tapi tuan rumah tidak punya tempat lagi. Makanya terpaksa ditaruh di area pemakaman, dan itu sudah biasa dan tidak ada masalah,” ujar Yassir menirukan kata-kata dari pemilik hajat.

Bukan hanya itu, kata Yassir, dirinya juga sempat menolak untuk tampil di acara tersebut. Namun, imbuh dia, pihaknya sudah terlanjur mengundang para biduan.

Baca Juga:  Pemohon SIM di Bondowoso Membludak Pasca Libur Lebaran, Ini Alasannya

“Saya sempat nolak, tapi mau gimana lagi. Mau digagalkan karena sudah terlanjur mendatangkan para penyanyi dan kami khawatir jika digagalkan akan berdampak pada tuan rumah,” tandas Yassir.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru