Ribuan Ternak Terserang Wabah PMK, DPRD Jatim Minta Pemprov Peka Bantu Peternak

- Admin

Selasa, 5 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARABANGSA.co.idAngka hewan ternak yang terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terbilang tinggi. Hewan yang terserang wabah tersebut di Jatim mencapai 136 ribu ekor hewan.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad meminta pemerintah provinsi setempat lebih serius menangani wabah tersebut. Bahkan ia mendorong pemerintah menggunakan biaya tidak terduga (BTT) untuk membantu peternak yang terimnas wabah PMK.

Menurutnya, Pemprov Jatim tidak punya alasan berleha-leha dan tidak menggunakan anggaran itu untuk membantu peternak. Saat ini, wabah PMK sudah ditetapkan sebagai bencana atau keadaan darurat oleh BNPB.Sa

“Karena ini sudah ditetapkan bencana (keadaan darurat oleh BNPB), tidak ada alasan untuk Pemprov Jatim untuk tidak menggunakan BTT. Kasus di Jatim sudah mencapai 136 ribu lebih,” kata Anwar Sadad, Senin (4/7) seperti dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (5/7).

Baca Juga:  Karena Ban Pecah, Toyota Fortuner Terguling di Ruas Tol Ngawi

Mantan Aktivis PMII itu juga menekan dinas terkait lebih peka melihat situasi di lapangan. Saat ini, kata dia banyak sapi peternak yang mati akibat wabah tersebut. Bahkan, banyak pula sapi peternak yang dipotong paksa dengan harga yang murah.

Kata dia, saat dirinya turun lapangan di Pasuruan, ditemukan ada sapi peternak yang mati.   Parahnya lagi, sapi ternak yang terpapar PMK, susunya tak bisa dijual. Sehingga semakin menyulitkan bagi peternak karena tidak ada pemasukan finansial. Belum lagi, para peternak harus mengobati sapinya dengan biaya mandiri.

Baca Juga:  Ops Keselamatan Semeru 2020, Polda Jatim Sosialisasi Covid-19

“Kalau Corona saja Pemprov bisa mengeluarkan BTT, PMK semestinya mendapat perhatian demikian. Karena penyakit ini real, benar adanya di lapangan,” tambah Poltisi Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut, ia mengatakan, seharusnya Pemprov dan dinas terkait juga turun lapangan mengontrol keadaan ternak para peternak. Apalagi, saat ini sudah menjelang idul adha.

“Kami akan komunikasi dengan Plt Gubernur Jatim Mas Emil dan Dinas Peternakan. Saya kira Pemprov perlu datang dan melihat langsung, agar tahu formulanya. Apalagi ini sudah pandemi, ini penting agar tidak semakin buruk,” ujarnya.

Baca Juga:  SBY Direncanakan Bakal Ketemu Jokowi, Ini Kata Gerindra

Dilansir dari sumber yang sama, sesuat  data Posko Terpadu Penangan PMK Provinsi Jatim, 136.153 kasus itu menyebar di 38 kabupaten/kota seluruh Jatim. Dari jumlah itu, sebanyak 106.633 ekor hewan masih sakit. Sebanyak 27.721 ekor sembuh, 811 ekor mati dan 988 ekor dipotong paksa. Daerah terbanyak kasus PMK di Jatim yaitu Probolinggo, di susul Kabupaten Malang, Ponorogo, Jember, Lumajang, Pamekasan dan Pasuruan

Berita Terkait

Penandatanganan Pakta Integritas Anti Korupsi; Komitmen Pemkab Sampang Wujudkan Pemerintahan yang Bersih
Bumdes Ngringinrejo Bojonegoro Menjual Aneka Olahan Blimbing dan Jambu Kristal di Pekan Batik
Perahu Ditemukan Tanpa Awak, Seorang Nelayan Diduga Tenggelam di Laut Pecemengan Banyuwangi
Winda KDI Gagal Tampil Acara Soft Launching Pilbup Pamekasan 2024, Ini Alasannya
Petani dan Pedagang Tembakau Madura Melakukan RDPU bersama DPR RI
Samsat Sampang Manjakan Masyarakat dengan Layanan Antar Gratis Perpanjangan Pajak Kendaraan
Begini Cara PSHT Ranting Rayon Sekretariat Baureno dalam memperingati Harkitnas, jelang Pengesahan
Hamil Anak Ketiga, Jessica Iskandar Wujudkan Impian Melalui Program Bayi Tabung di Morula IVF Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:48 WIB

Penandatanganan Pakta Integritas Anti Korupsi; Komitmen Pemkab Sampang Wujudkan Pemerintahan yang Bersih

Selasa, 11 Juni 2024 - 17:07 WIB

408 Kades di Bojonegoro Dapat Perpanjangan Masa Jabatan

Selasa, 11 Juni 2024 - 14:27 WIB

Pj Bupati Bojonegoro Serahkan 1.935 SK PPPK, Dari Tenaga Guru Sampai Tenaga Kesehatan dan Teknisi

Senin, 10 Juni 2024 - 07:52 WIB

Closing Pekan Batik di Bojonegoro Berkolaborasi Dengan BUS KPK, Dihibur Niken Salindri

Minggu, 9 Juni 2024 - 20:28 WIB

Satgas Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal di Pamekasan Mengikuti Bimtek Operasi Pemberantas Barang Kena Cukai

Sabtu, 8 Juni 2024 - 18:14 WIB

Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro Sempat Langka Pemkab di Demo, Ini Persoalannya

Sabtu, 8 Juni 2024 - 18:08 WIB

Komisi B DPRD Bojonegoro Harapkan yang Bikin Langka LPG Diberi Sanksi

Sabtu, 8 Juni 2024 - 17:45 WIB

Sebelum Dilantik, Calon Anggota DPRD Bojonegoro Terpilih per 21 Hari Harus Melaporkan Harta Kekayaannya

Berita Terbaru