PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Sejumlah korban penipuan oknum karyawan BRI Cabang Pamekasan kembali melakukan demonstrasi, Jum’at (17/06/22).
Demonstrasi ini yang kesekian kalinya dilakukan oleh warga di sejumlah desa di Kecamatan Batumarmar, Pamekasan setelah dua tahun tersebut tidak ada kejelasan.
Massa yang berjumlah puluhan orang itu melakukan orasi di depan kantor cabang BRI Pamekasan. Mereka menyuarakan beberapa hal. Antara lain, bank milik badan usaha milik negera (BUMN) segera mengembalikan uang korban yang dibawa kabur Moh Lukman Anizar, oknum karyawan BRI Canang Pamekasan
Koordinator lapangan (Korlap) Febrianto dalam orasinya menuntut menuntaskan masalah yang di sebabkan oleh pegawai tetap BRI Cabang Pamekasan yang bernama Moh Lukman Anizar. Oknum karyawan saat menipu warga masih menjadi pegawai tetap Bank BRI.
“Kami minta bapak Pinca BRI Pamekasan untuk ikut andil dan aktif. Ikut serta segera menyelesaikan masalah yang telah dilakukan oknum karyawan BRI itu sendiri,” pintanya
Para korban, kata Febri, akan membawa kasus tersebut ke otoritas jasa keuangan (OJK) pusat. Agar OJK, kata Febri, juga mengetahui kalau di BRI Cabang Pamekasan sekarang sedang tidak baik-baik saja.
“Apabila pihak bank BRI tidak siap untuk mengganti uang korban yang berjumlah Rp 7,4 M itu artinya BRI siap kehilangan 574 nasabahnya di bagian utara,” ancamnya.
Massa mengacam apabila pihak BRI Cabang Pamekasan masih tidak siap mengganti uang para korban seperti yang terbilang pada tuntutan mereka. Pihaknya akan membawa kasus tersebut ke Mabes Polri.
“Kami akan membawa kasus ini ke Markas Besar Kepolisian Republik (Mabes Polri) Juga, kepada Presidan Joko Widodo di Istana,” ancamnya.
Usai melakukan orasi, massa sempat melakukan audiensi dengan sejumlah pimpinan cabang BRI Pamekasan. Hanya saja, audiensi tersebut tertutup untuk media yang meliput kegiatan tersebut.
Humas BRI Cabang Pamekasan Fitri mengaku tidak bisa berkomentar apa-apa. Sebab, Fitri mengaku sudah resign dari Bank BRI. Fitri menyarankan wartawan untuk mengkonfirmasi langsung Pimpinan Cabang Darwis Muhammad.
“Maaf mas, saya tidak bisa berkomentar apa-apa. Saya sudah resign dari BRI. Silakan langsung menghubungi pak Pinca (Darwis Muhammad, Red) atau bu lisda ya,” pintanya.
Sayang, hingga berita diangkat Pinca BRI Pamekasan Darwis Muhammad tidak bisa di konfirmasi. Semua nomor handphone dan telephone aplikasi whatsapp tidak aktif.
Sekedar diketahui, nasib nahas menimpa kurang lebih 23 Nasabah BRI Cabang Pamekasan. Pasalnya, uang yang didepositokan ke oknum karyawan Bank milik BUMN itu digelapkan. Sedikitnya, 8,277 Miliar dibawa kabur oknum korporasi tersebut.
23 Nasabah yang tersebar di sejumlah Desa di Kecamatan Batumarmar itu kini meminta pertanggungjawaban BRI Cabang Pamekasan. Sejumlah korban yang uangnya dibawa kabur oknum berinisial MLA itu mendatangi kantor cabang yang terletak di jalan trunojoyo tersebut.
Korban yang berasal dari Desa Lesong, Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar dan sekitarnya kini berharap uang yang sudah disetorkan kembali utuh. Jika tidak, korban akan melaporkan penggelapan tersebut ke polisi.
Informasi dari sejumlah korban, modus yang dilakukan Oknum MLA bermacam-macam. Salah satunya dengan mendatangi atau menelepon korban malam hari. MLA menjanjikan korban memberikan bonus dari uang yang disetorkan. Bonus beragam tergantung dari besaran uang yang disetorkan.
Seperti halnya yang dialami Bukasan. Pria yang sudah menyetorkan uang Rp 287 juta itu mengaku akan mendapatkan bonus Rp 9.500 juta dari Rp 50 juta yang diberikan kepada MLA.
“Saya telfon teman-teman sudah ada yang dapat bonus makanya saya percaya. Saya setor 50, 50 sampai Rp 287 juta dalam rentang waktu setengah bulan,” ujar Pukasan, Selasa (29/08/20).
– Sejumlah korban penipuan oknum karyawan BRI Cabang Pamekasan kembali melakukan demonstrasi, Jum’at (17/06/22).
Demonstrasi ini yang kesekian kalinya dilakukan oleh warga di sejumlah desa di Kecamatan Batumarmar, Pamekasan setelah dua tahun tersebut tidak ada kejelasan.
Massa yang berjumlah puluhan orang itu melakukan orasi di depan kantor cabang BRI Pamekasan. Mereka menyuarakan beberapa hal. Antara lain, bank milik badan usaha milik negera (BUMN) segera mengembalikan uang korban yang dibawa kabur Moh Lukman Anizar, oknum karyawan BRI Canang Pamekasan
Koordinator lapangan (Korlap) Febrianto dalam orasinya menuntut menuntaskan masalah yang di sebabkan oleh pegawai tetap BRI Cabang Pamekasan yang bernama Moh Lukman Anizar. Oknum karyawan saat menipu warga masih menjadi pegawai tetap Bank BRI.
“Kami minta bapak Pinca BRI Pamekasan untuk ikut andil dan aktif. Ikut serta segera menyelesaikan masalah yang telah dilakukan oknum karyawan BRI itu sendiri,” pintanya
Para korban, kata Febri, akan membawa kasus tersebut ke otoritas jasa keuangan (OJK) pusat. Agar OJK, kata Febri, juga mengetahui kalau di BRI Cabang Pamekasan sekarang sedang tidak baik-baik saja.
“Apabila pihak bank BRI tidak siap untuk mengganti uang korban yang berjumlah Rp 7,4 M itu artinya BRI siap kehilangan 574 nasabahnya di bagian utara,” ancamnya.
Massa mengacam apabila pihak BRI Cabang Pamekasan masih tidak siap mengganti uang para korban seperti yang terbilang pada tuntutan mereka. Pihaknya akan membawa kasus tersebut ke Mabes Polri.
“Kami akan membawa kasus ini ke Markas Besar Kepolisian Republik (Mabes Polri) Juga, kepada Presidan Joko Widodo di Istana,” ancamnya.
Usai melakukan orasi, massa sempat melakukan audiensi dengan sejumlah pimpinan cabang BRI Pamekasan. Hanya saja, audiensi tersebut tertutup untuk media yang meliput kegiatan tersebut.
Humas BRI Cabang Pamekasan Fitri mengaku tidak bisa berkomentar apa-apa. Sebab, Fitri mengaku sudah resign dari Bank BRI. Fitri menyarankan wartawan untuk mengkonfirmasi langsung Pimpinan Cabang Darwis Muhammad.
“Maaf mas, saya tidak bisa berkomentar apa-apa. Saya sudah resign dari BRI. Silakan langsung menghubungi pak Pinca (Darwis Muhammad, Red) atau bu lisda ya,” pintanya.
Sayang, hingga berita diangkat Pinca BRI Pamekasan Darwis Muhammad tidak bisa di konfirmasi. Semua nomor handphone dan telephone aplikasi whatsapp tidak aktif.
Sekedar diketahui, nasib nahas menimpa kurang lebih 23 Nasabah BRI Cabang Pamekasan. Pasalnya, uang yang didepositokan ke oknum karyawan Bank milik BUMN itu digelapkan. Sedikitnya, 8,277 Miliar dibawa kabur oknum korporasi tersebut.
23 Nasabah yang tersebar di sejumlah Desa di Kecamatan Batumarmar itu kini meminta pertanggungjawaban BRI Cabang Pamekasan. Sejumlah korban yang uangnya dibawa kabur oknum berinisial MLA itu mendatangi kantor cabang yang terletak di jalan trunojoyo tersebut.
Korban yang berasal dari Desa Lesong, Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar dan sekitarnya kini berharap uang yang sudah disetorkan kembali utuh. Jika tidak, korban akan melaporkan penggelapan tersebut ke polisi.
Informasi dari sejumlah korban, modus yang dilakukan Oknum MLA bermacam-macam. Salah satunya dengan mendatangi atau menelepon korban malam hari. MLA menjanjikan korban memberikan bonus dari uang yang disetorkan. Bonus beragam tergantung dari besaran uang yang disetorkan.
Seperti halnya yang dialami Bukasan. Pria yang sudah menyetorkan uang Rp 287 juta itu mengaku akan mendapatkan bonus Rp 9.500 juta dari Rp 50 juta yang diberikan kepada MLA.
“Saya telfon teman-teman sudah ada yang dapat bonus makanya saya percaya. Saya setor 50, 50 sampai Rp 287 juta dalam rentang waktu setengah bulan,” ujar Pukasan, Selasa (29/08/20).