Diduga Gerah Terhadap Pemberitaan, Oknum Bidan Puskesmas Karang Penang Sampang Lontarkan Bahasa Tidak Elok

- Admin

Senin, 25 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Kemungkinan dan diduga ‘gerah’ dengan adanya pemberitaan di salah satu media online terkait kurangnya lampu penerangan di Puskesmas Karang Penang, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Seorang oknum bidan berinisial KL melontarkan bahasa sindiran serta kata-kata yang tak pantas atau kurang etis yang diunggah melalui story WhatsApp pribadinya.

“LSM SKRG. Lampu mati hanya beberapa jam saja. Sdah komplen sana sini buat brita yg tidak2. Coba klo matahari padam selamanya dia mau komplen ke siapa?”

Baca Juga:  Asta Totale Sumenep, Sebuah Kompleks Makam Wali Allah di Dasar Laut

“Mak tak taoh sengkah se agebei berita ngan jiyyah. Tak eppok ben dusanah. “Mak nek ngunek kelluh. Ereken Nakes reyyah kun soro ro ajegeh lampu ngara”.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Puskesmas Karang Penang Hartono memastikan jika pihaknya sudah melaksanakan fungsinya sebagai atasan dengan melakukan pembinaan terhadap oknum bidan itu.

“Sesuai kapasitas dan kewenangan kami, kemarin sudah kami panggil dan kami tegur. kami juga sudah melakukan pembinaan,” ujar Hartono saat dikonfirmasi kontributor suarabangsa.co.id via telepon selulernya, Senin (25/10/2021).

Baca Juga:  CCTV di Sekitar Alun-Alun Trunojoyo Sampang ini Ternyata Hanya Dijadikan Pajangan Belaka

Menurut Hartono, oknum bidan tersebut bukan Aparatur Sipil Negara tetapi masih berstatus magang. “Dia anak magang, sudah saya panggil dan sudah saya suruh untuk menghapus story di WhatsApp-nya,” pungkas Hartono.

Sementara itu, Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) DPC Kabupaten Sampang, Sudar menilai, pola pembinaan terhadap oknum bidan tersebut gagal. Maka, kata dia, perlu dilakukan evaluasi kepada oknum bidan itu agar tidak terjadi kegagalan berikutnya.

“Ini sudah mencoreng citra Kesehatan. Kepala Dinkes dan KB Sampang yang baru sebaiknya tracking terhadap jajaran yang seperti itu. Tegas saja, agar tidak terulang lagi,” pesan Sudar.

Baca Juga:  Hantam Bus, Pengendara Motor asal Robatal Sampang Tewas di Lokasi Kejadian

Sudar menyayangkan perilaku tidak elok oknum bidan yang menulis status di story WhatsApp pribadinya. Sebab, kata dia, profesi Bidan sangat dihormati dan dihargai di tengah masyarakat. Sehingga hal itu harus diperhatikan oleh semua kalangan Bidan.

“Kalau menulis status hendaknya yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. Jangan terkesan anti kritik seperti itu,” sesal Sudar memungkasi.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru