PGRI Sampang Ingatkan Guru Tidak Gunakan Kekerasan Fisik pada Siswa

- Admin

Kamis, 16 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Kasus pemukulan yang dilakukan oknum tenaga pendidik di SMP Negeri I Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terhadap siswinya, bergulir di Mapolres setempat.

Menanggapi hal itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sampang langsung bergerak cepat dengan melakukan konfirmasi permasalahan kepada kedua belah pihak.

“Kami lakukan pendekatan persuasif kepada kedua belah pihak, selain itu juga memberikan dukungan moril dan motivasi kepada keduanya,” kata Ketua PGRI Sampang, Muzakki saat dikonfirmasi kontributor suarabangsa.co.id via pesan singkat WhatsApp, Kamis (16/09/2021).

Baca Juga:  Dua Balita di Ketapang Sampang Diduga Keracunan Wafer Kedaluwarsa

Muzakki mengingatkan kepada para guru di daerah setempat untuk tidak menggunakan kekerasan fisik dalam memberikan hukuman kepada muridnya.

“Kami juga memberikan masukan kepada guru agar lebih hati-hati menjalankan tugasnya, sebisa mungkin tidak menggunakan fisik dalam memberikan sanksi kepada siswa,” imbaunya.

Dirinya berharap, para orang tua siswa agar bisa memaklumi kejadian tersebut. Sebab, kata dia, pemukulan itu terjadi bukan karena unsur kesengajaan atau dendam.

“Ini spontanitas tindakan guru dalam mendidik siswa, karena guru datang ke sekolah 120 (semangatnya) sedangkan siswanya 60, sehingga semangat guru yang menggebu-gebu agar anak dapat memahami pelajaran dilemahkan oleh semangat anak yang tidak sampai 100,” ungkapnya.

Baca Juga:  Modal Kunci T, Kedua Pemuda Ini Jadi Spesialis Curanmor di Sampang

Menurut dia, saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kadisdik selaku pelindung PGRI. Selain itu, juga koordinasi pada Sekdakab, DKGI serta tokoh masyarakat setempat sebagai upaya menyelesaikan masalah ini.

“Guru sudah punya iktikad baik untuk segera meminta maaf atas tindakannya, kesalahannya kepada wali siswa. Kami harap ini bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan,” tandasnya.

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB