Pertanyakan Realisasi CSR PT Ophir Medco Energy Company, Warga Giliraja Demo DPRD

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Pertanyakan realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Ophir Medco Energy Company, sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Giliraja (AMG) Kecamatan Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar unjuk rasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (09/09).

Mereka menggap CSR PT Ophir Medco Energy Company tidak tepat sasaran dan disfungsi.

Korlap aksi, Ach Sidqi Sadiq menyampaikan bahwa CSR perusahaan migas yang mengeruk kekayaan perairan kecamatan Giligenting dianggap tidak memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

“Keberadaan perusahaan migas lewat tanggungjawab sosialnya selama ini tidak tepat sasaran, bahkan realisasinya terindikasi hanya dimanfaatkan oknum oknum tertentu yang sengaja memainkan keberadaan dana CSR,” bebernya.

Baca Juga:  Lagi Asik Jogging di TB, Sepeda Polygon Milik Warga Sumenep Raib Dibawa Maling

Ia menambahkan, dalam kajian yang dilakukan, program tanggungjawab sosial perusahaan selama ini, terindikasi tumpang tindih, karena realisasi programnya cenderung menjelma menjadi program APBDes dan APBD.

“Selama ini, program CSR mengalami disfungsi dan disorientasi, CSR cenderung menjelma dengan program APBDes dan APBD, sehingga terkesan tidak jelas mana CSR mana program pemerintah,” imbuh Sidqi.

Mereka menyampaikan tujuh poin tuntutan. Salah satu diantaranya menuntut agar perusahaan memberikan sudsidi listrik bagi masyarakat giliraja dan menyediakan fasilitas kesehatan berupa ambulan laut maupun darat.

Baca Juga:  Perantau Dari Zona Merah Pulang, Bupati Sampang Pantau Posko Penanganan Covid-19

Poin lain, mereka meminta CSR dapat difungsikan terhadap peningkatan pendidikan, program pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan memberikan bantuan usaha untuk menekan angka urbanisasi warga setempat.

Selain itu, desakan membubarkan pihak ketiga selaku pelaksana dan pengawas realisasi CSR, karena dianggap gagal dalam mengelola dam melakukan pengawasan, turut menjadi poin dalam aksi demostrasi yang diklaim pendemo menjadi aksi perdana.

Dalam penyampaiannya, mereka berencana menggelar aksi dengan massa yang lebih besar dari empat desa di pulau Giliraja ke titik eksploitasi, pada Sabtu (14 September 2019) mendatang, untuk menyampaikan tuntutan serupa.

Baca Juga:  Dirlantas Polda Jatim Menerima Kunjungan Kerja Komisi lll DPR-RI  

“Demo hari ini, menjadi agenda perdana, kami akan demo besar besaran pada Sabtu mendatang, langsung ke titik eksploitasi, jika mereka tidak mampu merealisasikan itu, kita akan desak PT. Ophir Medco Energy Company untuk angkat kaki dari perairan Gili Genting,” pungkas orator aksi, Suyitno.

Leave a Reply