Dalam Sehari Tim Cobra Narcotic Lumajang Tangkap Dua Pengedar Narkoba

Polres Lumajang

Kedua tersangka saat diamankan polisi

LUMAJANG, SUARABANGSA.co.id – Team Cobra Narcotic Polres Lumajang berhasil menggagalkan predaran pil koplo sebanyak 95 butir, Minggu (08/09).

Tersangak yang pertama bernama Bayu Anggara (19) warga Dusun Dadapan Desa Jambearum Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang langsung diamankan beserta varang bukti.

Tersangka kedua Angga Haryanto (22) beralamat di Dusun Krajan Desa Selok awar-awar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan, kedua tersangka ini, ditangkap di tempat yang berbeda-beda dan termasuk dalam sindikat peredaran narkoba di wilayah Lumajang.

Tersangka Bayu Anggara ditangkap saat berada di bengkel sepeda motor. Dan pihaknya menyita barang bukti 65 butir pil koplo dan sejumlah uang Rp. 50.000 serta barang bukti yang juga disita dari saksi adalah 20 butir pil koplo, dari keseluruhan pil koplo yang ditemukan di lokasi pertama yakni sebanyak 85 butir.

Baca Juga:  Bersama PC PMII, Kapolres Lumajang Polda Jatim Doa Bersama Untuk Rendi

Sedangkan dari tersangka Angga Haryanto polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa pil koplo sejumlah 10 buah serta uang sejumlah Rp. 120.000.

“Dari kedua tersangka kami menyita Barang bukti sebanyak 95 butir pil koplo, dimana para penyalahgunaan obat terlarang ini, pada umumnya mengkonsumsi 4 butir sekaligus,” imbugnya.

AKBP Arsal menegaskan, dengan penangkapan tersebut, pihaknya berhasil memyelamatkan banyak orang dari jahanya peredaran narkob.

“Jadi kami berhasil menyelamatkan puluhan orang agar tidak menjadi pengguna serta pecandu narkotika,” tegas AKBP Arsal.

Baca Juga:  Sat PJR Ditlantas Polda Jatim Tindak Tegas 263 Pelanggaran

AKBP Arsal menambahkan, pihaknya sudah sering menjelaskan bahwa Narkotika adalah zat yang dilarang untuk diedarkan secara langsung tanpa persetujuan dokter, Karena penggunaannya sendiri harus diawasi oleh pihak yang berkompeten agar tidak berbahaya dan merusak jaringan saraf otak.

“Tetapi masih banyak praktek penyalahgunaan narkotika, untuk kesenangan belaka Dan kami tidak akan jera untuk menangkap mereka satu persatu,” terang AKBP Atsal.

Katim Cobra narcotica AKP Ernowo menambahkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku digelandang ke Mapolres Lumajang serta mendapatkan ancaman maksimal selama 10 tahun dan didenda maksimal sebanyak 1 miliar rupiah, karena diketahui melanggar pasal 197 sub 196 undang-undang RI Nomor 36 tahun 2019 tentang kesehatan.

Baca Juga:  Dua Budak Pil Koplo di Kediri Diringkus Polisi

“Sesuai atensi dari Kapolres. Peredaran obat-obatan terlarang ini, menjadi musuh nomor satu di wilayah Lumajang, selain begal dan pencurian sapi, kampanye tangkap seluruh pengedar pil koplo akan terus saya galakkan hingga kota ini, benar-benar bersih dari narkoba,” pungkas AKP Ernowo.

Leave a Reply