DPO Kasus Raskin 2014, Kejari Sumenep Tangkap Eks Kades Lapa Laok

- Admin

Selasa, 13 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep

i

Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Eks Kepala Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Madura, Jawa Timur A. Su’ud ditangkap tim Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Ia ditangkap saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep setelah sebelumnya dinyatakan DPO (Daftar Pencarian Orang).

Su’ud ditetapkan sebagai DPO atas kasus korupsi bantuan beras untuk warga miskin (Raskin) tahun 2014. Ia mendapat putusan satu tahun penjara dalam sidang Kasasi Mahkamah Agung (MA).

Kasi Pidsus Kejari Sumenep Herpin Hadad mengatakan Su’ud divonis satu tahun penjara sesuai dengan putusan MA. Terpidana juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan penjara.

Baca Juga:  Laporan Dugaan Penyelewengan Raskin dan DD ADD Errabu Ditelaah Kejari Sumenep

“Selain itu terpidana juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp213 juta,” terangnya.

Ia menambahkan, sayangnya atas putusan itu terpidana melarikan diri hingga dimasukkan dalam DPO 2017.

“Nah, saat menghadiri sidang, JPU langsung melakukan penangkapan,” imbuhnya.

Saat ini A. Su’ud ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Sumenep. “Penahanan itu kami lakukan setelah putusan Kasasi MA turun,” tegasnya.

Untuk diketahui, pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada A. Su’ud, Kepala Desa Lapa Laok, Kecamatan, Dungkek atas korupsi bantuan Raskin 2014.

Baca Juga:  Kasat PJR Polda Jatim Berikan Himbauan Pada Rombongan Komisi V DPR RI

Berdasarkan hasil audit BPKP, perbuatan A Su’ud mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 240 juta. Sedangkan majelis hakim menyimpulkan kerugian negara lebih rendah, yakni sekitar Rp 213 juta.

Atas putusan itu, A. Su’ud melakukan Banding ke Pangadilan Tinggi dan Kasasi ke MA. Namun, putusan kedua lembaga penegak hukum menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Surabaya.

Berita Terkait

Pelaku Pencurian di Rumah Dokter di Pamekasan Berhasil Dibekuk
Polisi Bojonegoro Tangkap 9 Pelaku Penganiayaan Remaja hingga Meninggal
Suroan Pemdes Tanjungharjo Gelar Ngaji Bareng dan Santunan Anak Yatim
Ribuan Santri dan Pengurus NU Pulau Mandangin Sampang Tumplek Blek Peringati 1 Muharram
Peduli Jurnalis Tribrata TV, Jurnalis Pamekasan Bersatu Gelar Aksi
Soal Oknum ASN DPMD Sombong dan Minim Etika, Ini Respon Komisi I DPRD Sampang
Miris, Oknum ASN DPMD Sampang Dinilai Minim Etika
Diskusi Merajut Benang Kusut Disalah Artikan, Ini Kata Panita

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:54 WIB

Pj Bupati Bojonegoro Berikan Kado Prestasi Ke Sejumlah Pemuda

Rabu, 17 Juli 2024 - 06:38 WIB

Pemkab Gelar ‘Sumenep Bersholawat’, Diharapkan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup ASN dan Masyarakat

Kamis, 11 Juli 2024 - 18:10 WIB

Paripurna Jawaban Eksekutif, Pj Bupati Bojonegoro Jawab PU Fraksi Gerindra dan PDIP

Senin, 8 Juli 2024 - 05:05 WIB

Begini Pandangan Fraksi Gerindra Terhadap Nota Penjelasan Pj Bupati Bojonegoro

Senin, 8 Juli 2024 - 01:28 WIB

Pj Bupati Bojonegoro Sampaikan Nota Penjelasan Raperda Tentang RPJPD Tahun 2025-2045

Jumat, 5 Juli 2024 - 19:12 WIB

Sempat Cekcok, Akhirnya Satpol PP Pamekasan Tetap Tertibkan PKL

Kamis, 4 Juli 2024 - 16:11 WIB

Satpol PP Pamekasan Lakukan Penertiban PKL di Sekitar Arek Lancor

Selasa, 2 Juli 2024 - 11:05 WIB

Soal Oknum ASN DPMD Sombong dan Minim Etika, Ini Respon Komisi I DPRD Sampang

Berita Terbaru