Lima Pengedar Pil Koplo Digelandang Polres Kediri, Satu Orang Masih Bocah

Pil Koplo, Pil Dobles L

Para tersangka saat diamankan polisi

KEDIRI, (SUARABANGSA.co.id) – Edarkan pil doble l, lima pemuda Kediri diringkus Satresnarkoba Polres setempat, Kamis (08/08).

Selain mengamankan lima pelaku, polisi juga mengamankan 3395 butir pil dobel l sebagai barang bukti.

Kelima tersangka tersebut adalah Enggal Prasetyo (26) warga Desa Tertek, Kecamatan Pare, Nofia Witanto (23) warga Desa Solodono, Kecamatan Ringinrejo, Arda Habibi (23) warga Desa Jemekan, Kecamatan Ringinrejo, AY (17) warga Kecamatan Pare dan Wildan Ridho (21) warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare.

Paur Mintu Satresnarkoba Polres Kediri Ipda Nalsukan mengungkapkan, bahwa kelima tersangka diamankan di rumahnya masing-masing.

Baca Juga:  HUT Kemerdekaan RI Ke 74, Polres Kediri Gelar Doa Bersama

Awalnya petugas mendapatkan informasi atas dugaan peredaran obat keras yang dilakukan oleh kelima tersangka.

“Awalnya kita mendapatkan laporan adanya peredaran obat keras yang dilakukan oleh kelima tersangka,” terang Iptu Nalsukan saat dikonfirmasi, Jumat (09/08).

Mendapatkan informasi tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya benar, petugas berhasil mengamankan Enggal dan menyita barang bukti 200 butir pil dobel l.

Berhasil mengamankan Enggal petugas mengamankan Nofia Witanto. Dari tangan tersangka kedua ini diamankan 1.940 butir pil dobel l.

Diwaktu yang bersamaan petugas mengamankan Arda dan menyita 1.000 butir pil dobel l. Petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan AY beserta barang bukti 90 butir pil dobel l.

Baca Juga:  Operasi Patuh Semeru 2019, Ini Tujuan Polres Kediri

Terakhir petugas melakukan penangkapan terhadap Wildan dan mengamankan 165 butir pil dobel l.

Iptu Nalsukan menambahkan saat ini kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan di Satresnarkoba Polres Kediri.

Kelimanya dijerat dengan pasal 196 Undang Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukuman pidana penjara selama 10 tahun.

“Keempat tersangka kita lakukan penahanan sementara satu tersangka anak dibawah umur tidak kita lakukan penahanan namun proses tetap berlanjut,” pungkasnya.

Leave a Reply